Boncherry

Butce's Page

My Travel to Jerusalem

by butce on Wednesday, August 20th, 2008 | Travel | 1 Comment

Pria kelimis itu menatap rombongan kecil kita dengan penuh selidik, sambil melirik passport Indonesia kita. Andrianus cepat –cepat menjelaskan “ We are a pilgrims “

( peziarah ) Berharap petugas security pesawat yang mengecek kita akan lebih bersahabat. Dengan mengangkat sedikit alisnya, tanpa senyuman, dia malah menyuruh kita untuk keluar dari antrian dan mau diperiksa satu persatu.

Begitulah sedikit gambaran sekurity yang akan kita hadapi kalau mau berangkat dari London ke Tel Aviv , Israel . Saya kira yang memeriksa kita itu dari agent rahasia, Mossad.

Untuk mencegah terorist dan bom bunuh diri di pesawat, semua penumpang diperiksa extra ketat. Apapun yang menimbulkan kecurigaan seperti alat-alat dari electric, terutama laptop yang ditaruh di bagasi, bisa mengakibatkan kopor kita disita. Dan itu terjadi pada saya, kopor saya satu-satunya hilang. Dalam kopor itu terdapat laptop apple saya yang paling baru, juga travo listrik adjustment. Saya kira petugas airportnya sudah paham, begitu saya bilang kopor saya hilang..dia tidak tanya , Apakah kamu udah cari dgn teliti? Atau bagaimana..Mereka lansung saja memberikan saya form untuk diisi, juga 1 tas kecil berisi sikat gigi,shampoo ,odol,1 T- shirt dan kaos kaki. Untungnya saya punya travel insurance, kata Andry bisa di claim..

“Kamu belanja baju aja..receiptnya nati claim ke asuransi” bisik Andrianus.

 

Kita tiba di Tel Aviv (ibukota Israel ) pada hari minggu,jam 6.30 pagi. Jalan-jalan masih sepi, toko-toko kecil baru mau buka.. Perasaan saya kota ini biasa aja, tidak terlalu religious dan juga bukan metropolitan. Hotel kita sekitar 3 blok dari pantai. Ada jalanan 2 arah di depan. Beberapa toko kelontong, dan bank kecil, suasananya tidak jauh dengan di Indo,cuman orangnya aja yang agak beda.

Saya exciting benar, kita bisa mengikuti kebaktian di Israel . Yang benar-benar saya ingin coba adalah ikut kebaktian di gereja Orthodox Rusia. Pastor-pastor yang berjanggut panjang, berjubah hitam dengan topinya yang unik, membawa tongkat dan kemenyan.Rasanya menarik gitu, something different. Tapi kalo tidak sempat., gereja Katolikpun bagus juga.

Kebetulan teman-teman di rombongan kita, A hong, tante Sin, Andrianus dan Romo Heru semua dari Katolik. Kecuali saya dari kharismatik dan bu Helen dari gereja Advent.

“Butce ..ndak apa-apa ikut kebaktian katolik? “ Tanya Romo Heru agak ragu –ragu ke saya. “ Of course dong Romo..itukan rumah Bapa ku juga..” sahut saya. I just loveee His house , tidak peduli gereja manapun juga… pokoknya asal gereja.

Please click here for the rest of my story

Share/Save/Bookmark

Tags:

Apakah Yesus Lahir di Irian?

by butce on Tuesday, August 19th, 2008 | Humour | 3 Comments

 

Udara terasa sangat panas di kota Biak siang itu Karena itu dalam perjalanan pulang dari sekolah,saya putuskan untuk singgah di pinggir laut sambil mencari teman saya Manufandu, yang sudah tidak sekolah selama 3 hari. Mama Yoseba , neneknya sedang duduk duduk di pintu gubuk reotnya yang menghadap ke laut sambil mengunyah sirih. Sekali kali dia meludahkan ludahnya yang memerah karena sirih sambil memperhatikan cucunya yang berumur 4 tahun, telanjang bulat mencari keong di pinggir pantai. Begitu melihat saya dia tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang menghitam karena kebanyakan makan pinang.

“Nyong ( tuan muda), si paitu lagi kelaut…, mau nyong?” sahutnya sambil menawarkan sebuah pinang, dengan sedaun sirih dan sedikit kapur dari kantongan kainnya yang lusuh. Kuatir menyinggung perasaannya, saya ambil pinang tersebut dan mengunyahnya, setelah beberapa saat saya campur dengan sirih dan sedikit kapur. Mama Yoseba terkekeh –kekeh melihat expresi saya yang meludahkan ludah berwarna merah, konon pinang sirih bisa menguatkan gigi.

“Nyong… Yesus itu lahir di pulau Biak” Sahutnya sambil menunjuk kalung salib di leher saya.

“Ha ? kok bisa mama….” Sahut saya heran.

Mama Yoseba mengangguk angguk.”Kita orang Biak sudah tahu Yesus sebelu misioanaris datang..

Nyong tahu ndak, Biak itu pusat dunia….” Oh oke, si mama Yoseba ini belum belajar geographi pikirku.

“Dan pulau supiori adalah Nasareth….” Katanya lagi.

Penasaran dengan cerita tersebut,akhirnya saya menggali lebih banyak cerita dari para tua- tua, dan inilah cerita tersebut.

Konon sebelum kedatangan para misionaris. Adalah seorang tua bernama Mansar Manarmakeri.

 Read more of the story here

Share/Save/Bookmark

Tags: , ,

Gitu Aja Repot

by butce on Tuesday, August 19th, 2008 | Humour, Life | No Comments

Siang itu, seperti biasa para Kiai datang sungkem ke Gus Dur.Salah seorang kiai yang cukup dikenal sebagai pemilik pondok pesantren yang lumayan besar di Jawa Timur..mengeluh..

“Gus..saya lagi susah nich..anak laki saya satu-satunya murtad masuk Kristen…Gimana nich..”

Bukan Gus Dur namanya kalo kommentnya tidak nyeleneh..Sambil merem melek..dia nyeletuk,

“Gitu aja repot..Tuhan aja anaknya cuman satu ..Kristen lagi…”

“hah? “

Share/Save/Bookmark

Tags:

Komentar Gus Dur

by butce on Tuesday, August 19th, 2008 | Humour | 3 Comments

 

Siang itu seperti biasa para wartawan mengelilingi , the most popular tokoh YANG LAGI BERKUNJUNG KE washintong, siapa lagi kalo bukan “Gus Dur..”

” Yaaah…menurut saya harusnya Amerika juga ikut berperang dengan Indonesia..” Sahut Gus Dur dengan santainya sambil kipas-kipas dengan mata merem melek. Namun komentar dia yang santai itu sempat memicu kepanikan diantara wartawan..

“Yang benar..gus ..kok begitu..”

“iya kan dari sejarah setiap kali Amerika perang dan menang perang negara yang diserbu itu akan dibantu dan akhirnya menjadi maju..lihat aja Jepang sehabis nagasaki dan hiroshima dibantu sekarang maju. Juga Jerman setelah Hitler sekarang jadi industri maju…

Dan juga Afganistan habis perang dia dibantu ama Amerika..

 

 

 

Share/Save/Bookmark

Tags: ,

Golden Triangle di India (Part 2)

by butce on Friday, July 4th, 2008 | Travel | 5 Comments

Si Kumar sopir saya cerita kalau dia dari kasta Satria ( prajurit) namun istrinya dari kasta Brahmana. Untuk umat Hindu,kasta masih memegang peranan penting. Walaupun dalam jaman modern perkawinan antara different kasta masih dihindari. Untuk di desa-desa, kasta brahmana dan ksatria ini cukup dihormati,tapi saya kira karena di Delhi, uang yang berbicara. Dia cerita di rumah sewa mereka yang terdiri dari 2 kamar., Mereka share 19 orang, 4 bersaudara laki-laki dengan istri dan anak masing –masing, ditambah orang tuanya dia.

Waduh pegal nech, mau pijat dimana ya? Saya mau cobain pijat tradisional India. Kelihatannya susah untuk nyari tempat pijat di India, tidak kayak montery park.

Oleh tour guidenya saya dibawa kesebuah ruko di tempat yang agak terpencil. Terkesan sederhana, ada sebuah kantor dan dibagian belakang ada kamar-kamar kecil sederhana.

Harganya US$50 per 30 menit, dengan rempah-rempah dan ada lagi namanya “Shiro dara” Sebenarnya malas juga cuman karena sungkan udah dianterin begitu jauh,saya cobain siro dara dan oil message dari rempah-rempah.

Dalam bilik itu ada sebuah dipan, yang diatasnya digantungkan sebuah cerek yang berlubang dibawahnya.. Dibagian kepala ada kompor kecil yang dipakai untuk memanaskan minyak. Setelah dipijat dengan minyat hangat yang menurut saya mirip-mirip bau olive oil.diurut-urut sana sini. Kita disuruh telentang dan didahi kita dialirkan minyak, yang digerakkan ke kanan-kiri. Mula-mula agak dingin perlahan mulai agak hangat. Sementara itu kepala dipijat-pijat kayak creambath.Rupanya ini yang namanya “Shiro dara” Rambut kita pliket dengan minyak.

“ Just it? “ Hah..cuman kayak itu..dalam hati saya mendumel enakkan pijat kaki di Alhambra cumin $15 per jam.

Konon the purpose untuk relaxation dan membuka mata ke 3 di tengah dahi..Saya kira saya ndak punya mata ketiga kali ya…kok ndak kerasa apa-apa. “ How was it? “ Tanya mereka..Saya cuman senyum kecut “ He..he..”

“ I have medicine for high blood pressure,remathic and…” “Oh…it’s oke….I am fine..thankyou” Sahut saya cepat-cepat motong rasanya ndak bonafide gitu…

Saya kira kayak di Indonesia, jalanannya super macet, dan harus bisa berakrobat kanan-kiri supaya bisa jalan. Cuman bedanya di India ditambahi lagi dengan sapi dan kerbau yang dengan santainya melongos ditengah jalan . kerbau-kerbau yang tidak tau aturan itu tampak sehat dan gemuk dan tak ada yang punya. Konon Krisna dulunya adalah penggembala sapi, dan sapi adalah tunggangan dewa Wisnu jadi consider holy.


The best flights deals all in one place

Share/Save/Bookmark

Tags: , ,

GOLDEN TRIANGLE DI INDIA (part1)

by butce on Tuesday, June 24th, 2008 | Travel | No Comments


Disebut golden triangle, karena ini merupakan 3 favorite city yang sering dikunjungi oleh para turis. Delhi, Agra dan Jaipur yang masing-masing berjarak sekitar 5 jam dengan naik mobil.

DELHI

Setelah perjalanan yang melelahkan namun menyenang kan dengan SQ, 18 jam dari LA ke Singapore dan 6 jam dari Singapore ke Delhi sampai juga saya di airport Delhi.

Karena privact tour, selama 7 hari saya akan ditemani oleh sorang sopir pribadi lengkap dengan mobil ber AC , logal guide disediakan disetiap kota untuk menjelaskan keadaan kota itu.

Dipesawat SQ disamping ada 150 movies,juga ada kursus bahasa Hindi. Saya ngintip catatan saya, terus pura-pura seperti tidak ada apa-apa, saya tanya pada sopir saya

” Ap Kah Nam Kah He?” ( apakah nama kamu ?) Sopir saya kaget dikiranya saya bisa bahasa Hindi, dengan kepala sedikit digoyang-goyang ..(kayak film India) “Mari nam Kumar…” Ini favorite saya,karena mirip bahasa Indonesia..APaKAH NAMa KAmu?

Terus gua lebih begaya lagi, saya keluarkan tuh bahasa sansekerta saya dewa,sapta,marga,eka ,dwi, dll Di Indonesia kita memang banyak memakai istilah bahasa sansekerta karena pengaruh dari pedagang-pedagang India .Namun di India..mereka tidak pakai lagi,walaupun bahasa barunya , Hindi masih banyak terpengaruh dengan bahasa itu. Seperti Panca kalo bahasa Hindi Panch.

Walaupun saya tiba jam 11 malam, bau udaranya kayak bau asap..seperti bau baker sampah. Tidak heran karena pembangkit tenaga listrik mereka banyak memakai batubara. Disamping itu polusi kendaraan, dan kebiasaan mereka utk membakar mayat masih dengan kayu api.

Si Kumar sopir saya cerita kalau dia dari kasta Satria ( prajurit) …….bersambung


The best flights deals all in one place

Share/Save/Bookmark

Advertising Opportunities | Entries RSS | Comments RSS | Terms of Use | Top | Sidebar

Copyright © 2009 Blogoncherry